Kamis, 21 April 2011

"KELEMAHAN HADITS QUNUT SHUBUH TERUS MENERUS"


Bismillahirrahmaanirrahiymi
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh


Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya dan kami memohon pertolongan kepada-Nya dan kami memohon ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan-kejahatan diri kami dan dari kesalahan-kesalahan perbuatan kami. Barang siapa yang Allah pimpin dia, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang Allah sesatkan dia, maka tidak ada yang dapat memimpinnya. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada satupun tuhan (yang berhak disembah dengan benar) kecuali Allah sendiri yang tidak ada satupun sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan Rasul-Nya.

Amma ba’du,

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah perkataan Allah dan sebaik-baik pimpinan adalah pimpinan Muhammad Rasulullah Shalallah Alaihi wa Sallam dan sejelek-jelek urusan adalah yang muhdats dan setiap yang muhdats itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu tempatnya di nar (neraka) . ~Hadits shahih, riwayat Abu Dawud no. 2118, an-Nasa-I III/104-105, dll.

Melalui catatan ini, saya hendak meneruskan hasil kajian pustaka dari Kitab:
1. Do’a & Wirid Mengobati Guna-guna dan Sihir menurut Al Qur’an & As Sunnah. Jawas, Yazid bin Abdul Qadir. Jakarta: Pustaka Imam asy-Syafi’I, 2005.
2. Sifat Shalat Nabi Shalallah Alaihi wa Sallam. Jawas, Yazid bin Abdul Qadir. Bogor: Media Tarbiyah, Januari 2010.
3. Al Masaa-il (Masalah-Masalah Agama) Jilid 1. Abdat, Abdul Hakim bin Amir. Jatinegara – Jakarta Timur: Darus Sunnah press, 2010.

yaitu Hadits tentang Qunut.

KELEMAHAN HADITS QUNUT SHUBUH TERUS MENERUS

Hadits qunut shubuh terus menerus yang biasa dikerjakan oleh kaum muslimin pada setiap subuh itu diriwayatkan oleh imam-imam: Ahmad, Baihaqi, Daruquthni, Hakim, Abdur Razzaq & Abu Nu’aim.
Haditsnya itu berbunyi sebagai berikut:

Dari Anas (bin Malik), ia berkata, “Senantiasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berqunut pada shalat subuh sehingga beliau berpisah dari dunia (wafat).”

Qunut” artinya: khusyu’, selalu ta’at, do’a, menghinakan diri kepada Allah, diam, tunduk, mengekalkan ibadah, lama berdiri di dalam shalat. Itulah di antara arti-arti qunut. Salah satu arti qunut di atas ialah: “lama berdiri didalam shalat”. Tentang ini Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam ada bersabda sebagai berikut:

Seutama-utama shalat yaitu panjangnya qunut (lama berdirinya). ” ~Hadits shahih riwayat Muslim, Ahmad, Tirmidzi & Ibnu Majah. Yaitu dengan membaca surat yang panjang, namun sebagai Imam haruslah bijaksana melihat kondisi ma’mum nya, adakah dari mereka orang-orang yang udzur atau tidak.

Kalau kita perhatikan setiap sanad (rentetan orang yang meriwayatkan hadits) qunut shubuh terus-menerus yang tersebut diatas, maka kita akan dapati pada setiap sanadnya selalu ada seorang yang bernama: ABU JA’FAR AR RAZI yang nama aslinya: ISA BIN ABI ISA. Abu Ja’far ar Razi ini telah dilemahkan oleh ahli-ahli hadits:
1. Kata Imam Ahmad bin Hambal dan Nasa’I, “Ia (Razi) bukan orang yang kuat (Riwayatnya) .”
2. Kata Imam al Fallas, “ar Razi buruk hafalannya.”
3. Kata Imam Ibnul Madini, “(ar Razi) kepercayaan akan tetapi sering keliru dan suka salah.”
4. Kata Imam Abu Zur’ah, “(ar Razi) banyak salah.”
5. Ibnu Hibban dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim telah melemahkan Abu Ja’far ar Razi ini.

Dengan demikian riwayat ar Razi ini, yaitu tentang qunut shubuh terus menerus tertolak karena kita telah mengetahui kelemahannya. Kelemahannya itu akan bertambah terang bagi kita dengan riwayat dari Anas bin Malik dibawah ini.

Ashim bin Sulaiman berkata: Kami pernah bertanya kepada Anas bin Malik: “Sesungguhnya orang-orang menyangka bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa qunut dalam shalat subuh.” Jawab Anas bin Malik, “Mereka Dusta!! Beliau hana qunut sebbulan mendo’akan kecelakaan atas satu kabilah dari kabilah-kabilah kaum mussyrikin.” (Shahih wiwayat al Khatib).

Anas bin Malik mengatakan dusta (yang maksudnya keliru atau salah) kepada mereka yang menyangka bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa qunut shubuh terus menerus. Dengan penolakan Anas di atas, jadi jelaslah bagi kita tentang riwayat ar Razi dari riwayat Anas juga yang menyatakan bahwa Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu qunut shubuh.

QUNUT NAZILAH

Dari Anas, ia berkata: “bahwasana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah qunut kecuali apabila beliau mendo’akan kebaikan bagi kaum (muslimin) atau mendo’akan kecelakaan bagi kaum (kafir).” (Hadits shahih riwayat Ibnu Khuzaimah dan lain-lain).
Inilah yang dinamakan Qunut Nazilah. Yaitu: mendo’akan kebaikan atau kemenangan bagi kaum muslimin dan mendo’akan kecelakaan atau kebinasaan bagi kaum kafir yang menjadi musuh Islam. Seperti kaum komunis Rusia kini telah memerangi kaum muslimin Afghanistan. Atau seperti kaum Yahuud yang memerangi kaum muslimin Palestina.
Qunut Nazilah ini hukumnya sunat dan sangat ditekankan sekali dan adanya di semua shalat wajib: Shubuh, zuhur, ashar, maghrib dan isya’.

Sebagaimana riwayat dibawah ini:
Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah qunut sebulan lamanya berturut-turut dalam shalat zuhur, ashar, maghrib, isya’ dan subuh. Di akhir setiap shalat, apabila beliau sudah mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah’ di raka’at yang terakhir. Beliau mendo’akan kecelakaan atas mereka, yaitu satu kabilah dari Bani Sulaiman, Ri’il, Zakwaan dan ‘Ushaiyah. Sedangkan ma’mum yang dibelakang beliau mengucapkan amin.” ~Hadits shahih riwayat Abu Dawud.

Qunut Nazilah inilah yang kita kaum muslimin disyari’atlannya bukan qunut subuh terus menerus yang dalilnya sangat lemah. Tapi sayang, apa yang dikerjakan kaum kita sekarang ini malah kebalikannya. Mereka menyunatkan(???) qunut subuh terus menerus yang tidak ada contohnya dari nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meninggalkan qunut nazilah yang beliau contohkan.

Dari Said bin Thariq al Asyja’I, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada bapakku (Thariq bin Asyim), “Wahai bapak! Sesungguhnya engkau pernah shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Apakah mereka itu semuanya mengerjakan qunut shubuh (terus menerus).” Jawab ayahku, “Hai anakku! Itu (Qunut shubuh terus-menerus) adalah perbuatan bid’ah!”. (shahih riwayat Ahmad, Tirmidzi, Nasa’I dan Ibnu Majah.)

Thariq bin Asyim seorang Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tegas-tegas mengatakan bid’ah sewaktu ditanya oleh anaknya tentang qunut shubuh terus menerus.

Dari Anas, ia berkata, “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam qunut sebulan lamanya ketika ahli-ahli Qur’an dibunuh, maka aku tidak pernah melihat beliau merasa duka cita yang lebih dalam dari itu, beliau mendo’akan kecelakaan atas beberapa kabilah dari kabilah-kabilah bangsa Arab, kemudian beliau meninggalkannya.” ~Hadits shahih riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad, Nasa’I & Ibnu Majah.
Tersebab Inilah permulaannya ada Qunut Nazilah di dalam Islam.

KESIMPULAN:
1. Bahwa qunut shubuh terus-menerus yang biasa dikerjakan oleh kebanyakan saudara-saudara kita tidak pernah dikerjakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits yang menerangkannya sangat lemah yang tidak dapat dijadikan sebagai hujjah. Beramal dengannya, berarti mengerjakan amal yang tidak diperintahkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah yang disebut bid’ah!
2. Bahwa qunut nazilah itu disyari’atkan yang hukumnya sunat dan boleh dikerjakan di semua shalat wajib sedang tempatnya di raka’at yang akhir di waktu I’tidal (sesudah ruku’). Qunut inilah yang ada dan dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabatnya.
3. Qunut Nazilah dilaksanakan sesudah ruku’ di rakaat terakhir pada shalat wajib lima waktu, dan hal ini dilakukan pleh Imam atau Ulil Amri.


QUNUT WITIR

“Allaahummahdiniy fiyman hadayt, wa ‘aa finiy fiyman ‘aa fayt, wa tawallaniy fiyman tawallayt, wabaarikliy fiymaa a’thoyt, wa qiniy sarro maa qodhoyt, fainnaka taqdhiy wala yuqdho ‘alayk, wa innahu laa yadzillu man waalayt, {wala ya’izzu man ‘aa dayt}, tabaarokta robbana wata’aalayt”

<h1> “Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku perlindungan (dari penyakit dan apa yang tidak disukai) sebagaimana orang yang telah Engkau lindungi, sayangilah aku sebagaimana orang yang telah Engkau sayangi. Berikanlah berkah terhadap apa-apa yang telah Engkau berikan kepadaku, jauhkanlah aku dari kejelekan apa yang telah Engkau takdirkan, sesungguhnya Engkau yang menjatuhkan hukum, dan tidak ada orang yang memberikan hukuman kepada-Mu. Dan sesungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan terhina, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Mahasuci Engkau, wahai Rabb kami Yang Mahatinggi.” </h1> ~ HR. Abu Dawud no. 1425, at-Tirmidzi no. 464, Ibnu Majah no. 1178, an-Nasa-I III/248 dan Ahmad I/199; 200, al-Baihaqi II/209, 497-498. Sedang do’a yang ada di dalam kurung menurut riwayat al-Baihaqi. Hadits ini diriwayatkan dari Sahabat Hasan bin ‘Ali Radhiallahu’an: “Rasulullah shalallah ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepadaku beberapa kalimat yang aku baca dalam shalat Witir … ”

Do’a qunut witir dilakukan sebelum ruku’ pada rakaat terakhir dari shalat Witir, dengan dasar hadits Uba bin Ka’ab: “Bahwasanya Rasulullah shalallah ‘alaihi wa sallam melakukan qunut dalam shalat Witir sebelum ruku.” ~ HR. Abu Dawud no. 1427, Ibnu Majah no. 1182, sanad hadits ini shahih. (lihat Irawaa-ul Haliil I/167 hadits no.426 dan Shahiih Sunan Abi Dawud no. 1266)

Hukum qunut witir adalah sunnah, disyari’atkan melakukan qunut witir sepanjang tahun sebelum ruku’, sebagaimana hadits Hasan bin ‘Ali radhiyallahuanhum, dan riwayat hadits ini shahih dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar, bahkan diriwayatkan dari Jumhur Sahabat, sebagaimana diriwayatkan dari Ibrahim, dari ‘Alqamah: “Sesungguhnya Ibnu Mas’ud dan para Sahabat Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam (melakukan) qunut dalam shalat Witir sebelum ruku’.” ~Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Saibah III/248 no. 6976, dikatakan oleh al-Hafizh dalam ad-Diraayah: “Sanadnya Hasan”.

Dari Ibrahim an-Nakha’I, ia berkata: “Abdullah bin Mas’ud tidak pernah qunut shubuh sepanjang tahun dan ia qunut witir setiap malam sebelum ruku.” ~Hadits Riwayat Ibnu Abi Syaibah III/254, no. 7008.

Disyari’atkan juga qunut pada pertengahan Ramadhan sampai akhir Ramadhan, berdasarkan riwayat dari beberapa Sahabat dan Tabi’in.

Dari ‘Amr dari Hasan, bahwasanya ‘Umar radhiyallahu’an menyuruh Ubay radhiyallahu’an mengimami shalat (tarawih) pada bulan Ramadhan, dan beliau menyuruh Ubay radhiyallahu’an untuk melakukan qunut pada pertengahan Ramadhan yang dimulai pada malam 16 Ramadhan. ~Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah III/254 no. 7007.

Ma’mar berkata: “Sesungguhnya aku melaksanakan qunut witir sepanjang tahun, kecuali pada awal Ramadhan sampai dengan pertengahan (aku tidak qunut), demikian juga dilakukan oleh al-Hasan al-Bashri, ia menyebutkan dari Qatdah dan lain-lain.” ~Mushannaf ‘Abdirrazzaq III/121 dengan sanad yang shahih.

KESIMPULAN:
1. Qunut witir dilakukan sebelum ruku’ pada rakaat terakhir dari shalat witir.
2. Hukum qunut witir adalah sunnah.
3. Disyari’atkan juga qunut pada pertengahan Ramadhan yaitu pada malam ke 16 sampai akhir Ramadhan.

Astaghfirullahaladzim. Alhamdulillah, kita sudah bersama-sama mengkaji mengenai Hadits tentang Qunut yang diperkuat dengan hadits-hadits yang sanadnya shahih, untuk lebih mendalam saudara-saudara seiman yang saya cintai dapat menelaah secara langsung dari sumbernya yaitu Kitab-kitab Salaf yang bermanhajkan hadits shahih yang saya cantumkan pada pustaka di atas. Segala kesalahan dalam pengetikan kajian ini datangnya dari saya, dan Ilmu yang luas dan tiada batas serta kebenaran adalah milik Allah dan datangnya dari Alla Ta’ala.

Semoga kita semua selalu diberi kekuatan untuk mempelajari ilmu syar’I yang menerangkan jalan hidup kita di dunia, insyaAllah dengan itu kita mendapat ketenangan Bathin & mari kita sampaikan kepada saudara-saudara yang lain, keluarga, tetangga, dll dan dengan amalan yang ikhlas dan banyak serta mengikuti tuntunan baginda Rasul shallallah ‘alaihi wa sallam menjadikan kita selamat di akhirat.

Yaa ALLAH Yaa Tuhan kami, jadikanlah kami kedalam golongan yang baik-baik, jauhkan kami dari fitnah, jagalah lisan kami dari perkataan yang menyinggung hati, jadikanlah kepada kami diri yang selalu bekerja dijalan-Mu, jadikan kepada kami ketenangan batin, jadikanlah kepada kami prestasi dini yang membanggakan yang sesungguhnya tiada Kebanggaan Terbesar selain nikmat Iman-Islam. Yaa ALLAH Yaa Tuhan kami, terimalah segala amal baik kami, angkatlah doa-doa kami, sempurnakan ibadah kami, yakinkan hati kami untuk bekerja dijalan-Mu. Yaa ALLAH Yaa Tuhan kami, permudahlah segala perkara dunia kami, jadikanlah kemudahan bagi kami untuk mengerjakan Perkara Agama dan Akhirat, jadikanlah kepada kami keselamatan dunia dan akhirat. Yaa ALLAH Yaa Tuhan kami, jangan biarkan kami bodoh (dalam perkara agama), jangan biarkan kami jauh dari-Mu, jangan tinggalkan kami Yaa ALLAH. Yaa ALLAH Yaa Tuhan kami, sesungguhnya hanya kepada-Mu kami mengadu, dan hanya kepada-Mu kami Memohon pertolongan. Amin Amin ya Rabbal ‘alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar