Senin, 09 Mei 2011

Mengubah Utang Menjadi Kekayaan

Pak Hasan, kolega saya di Institut Kemandirian.  Suatu ketika ia menyampaikan ceramah singkat setelah shalat zuhur.  Ceramahnya tentang  seorang pengusaha di Bandung.  Suatu ketika, sang pengusaha ditimpa bencana.  Ia pun down dan frustasi.  Bisnisnya hampir-hampir hancur.  Sang pengusaha lalu melakukan perjalanan dari mesjid ke mesjid.  Dari perjalanan inilah, ia memperoleh pola  pikir baru.  Ia benar-benar tercerahkan. 

Pencerahan yang ia alami adalah tentang shalat.  Untuknya dulu, shalat adalah aktivitas jeda di tengah kesibukan bekerja.  Sekarang berubah menjadi: ”Kerja adalah aktivitas selingan untuk menunggu shalat”.

Perubahan yang dilakukan sang pengusaha ini ternyata berhasil membuat bisnisnya meningkat lagi.  Ia bahkan merubah sistem bisnisnya sesuai prinsip baru tersebut.  Bisnisnya bisa kembali maju seperti semula.

Itulah isi ringkas dari ceramah Pak Hasan.  Cerita tentang sang pengusaha itu menyentak hati saya.  Saya dan semua jamaah shalat zuhur langsung berniat dan bertekad untuk juga membuat perubahan yang sama.

Nah saudara, itulah hebatnya pikiran.  Ia menjadi awal dari tindakan yang bisa membuat perubahan menuju pada kesuksesan.  Karenanya, gunakanlah pikiran anda untuk mendukung anda, bukan untuk mensabotase kesuksesan diri anda sendiri.

Dalam kaitannya dengan topik: ”Kaya dari berutang”, maka diperlukan beberapa pola pikir yang yang mendasarinya.  Dengan pola pikir ini, maka kondisi kaya dari utang menjadi mungkin. 

Penolakan pada pola pikir ini akan menjauhkan anda menggunakan utang sebagai alat menuju kaya.  Anda akan menghindari utang.   Langkah-langkah yang diterangkan berikutnya mungkin menjadi tak berarti.  Itulah sebabnya, kenapa bagian ini menjadi bagian mendasar yang sangat penting. 

Bagian kaya sejati memberikan gambaran pada anda tentang tujuan yang ingin diraih.  Dari sana lah semuanya berasal.  Setelah tujuan jelas, maka anda harus mempersiapkan diri.  Inilah fungsinya bagian menjadi achiever.  Dengan menjadi achiever berarti anda telah siap untuk melangkah menuju tujuan kaya sejati.  Nah, sekarang saatnya anda memilih alat.  Apakah anda mau gunakan mobil, motor, sepeda, kereta, pesawat terbang, kapal laut, atau hanya jalan kaki?

Naik pesawat terbang bisa lebih cepat menghantar anda ke tujuan.  Tapi bila anda belum terbiasa menggunakan pesawat terbang, tentu tidak mudah juga.  Apalagi bila di benak anda tersimpan file-file buruk tentang pesawat terbang.  Misalnya tiketnya mahal, bahaya karena pesawat terbang bisa jatuh, ada tetangga yang meninggal karena kecelakan pesawat terbang, dan sebagainya.

Nah, untuk memutuskan menggunakan pesawat terbang, anda tentu saja harus mengganti file-file buruk di benak anda itu.  Ganti lah file buruk itu dengan file baik.  Misalnya, menggunakan pesawat terbang itu lebih nyaman, cepat, relatif aman dibanding yang alat transportasi lain, lebih bergengsi, terjamin asuransi, dan sebagainya.

Sama juga dengan utang.  Untuk menggunakan utang sebagai alat meraih kualitas kaya sejati, maka anda harus mengganti file buruk di benak anda tentang untang dengan file baik.  Dengannya, anda akan semangat melakukannya.  Berbagai rintangan, hambatan dan masalah yang kemudian terjadi akan anda hadapi dengan lapang dada, kreatif dan fokus.
Lalu, apa saja file-file baik yang harus mengganti file-file buruk di benak anda.  Bila menyangkut utang, maka ada lima file baik yang anda butuhkan bila anda ingin menggunakan utang.  Berikut kelima file baik tersebut.

1. Utang itu baik-baik saja.

Berutang adalah hal yang baik-baik saja.  Utang itu tidak buruk.  Ia tergantung kepada orangnya.  Utang bisa buruk di tangan orang yang lemah dan salah.  Tapi utang bisa baik dan memperbaiki di tangan orang yang kuat dan benar.  Itulah sebabnya, bila anda mau kaya dari utang, anda harus mempunyai kualitas achiever.  Para achiever adalah orang-orang yang kuat dan teguh memegang kebenaran.
Suatu ketika, saya baca buku Pak Quraish Shihab.  Judulnya Lentera Hati.  Salah satu bab dalam buku itu menerangkan adanya kesamaan antara agama (dalam bahasa Arab istilahnya : Din) dengan utang (dalam bahasa Arab istilahnya: dain). 

Akar kata agama dan utang ternyata sama.  Pak Quraish menyimpulkan bahwa bila anda beragama dengan benar, maka hal itu sama saja seperti anda membayar utang pada Allah SWT.  Apakah anda merasa berutang pada Allah karena telah memberikan banyak nikmat untuk anda? 
Terus terang saja, uraian Pak Quraish mengagetkan saya.  Hal itu adalah pencerahan baru untuk saya.  Salah satu motivasi saya menulis buku ini adalah uraian tersebut.  Selama ini di benak saya pun tersimpan file: ”Utang itu buruk”.  Dengan begitu saya berusaha sekuat tenaga menghindarinya.  Sekarang, file itu telah berganti menjadi: ”Utang itu baik-baik saja”.

Dengan yakin bahwa utang adalah hal yang baik-baik saja, maka anda sedang membuka pintu peluang menggunakan utang dengan sebuah rencana yang baik.  Iya, kan?  Mungkinkah anda membuat rencana yang baik akan sesuatu yang menurut anda buruk?  Bagi anda yang masih manusia normal, nggak mungkin, kan?

Misalnya korupsi.  Korupsi adalah sesuatu yang buruk.  Apakah ada orang yang merencanakan korupsi dengan sangat baik sehingga tidak pernah terungkap?  Banyak.  Siapa mereka?  Tentu saja mereka orang-orang yang jahat.  Hanya orang jahat yang merencanakan keburukan dengan sangat baik dan rapi.  Pernahkah anda korupsi?  Bila pernah, bertaubatlah segera.

2. Utang adalah alat yang hebat.

Pernahkah anda mendengar istilah BODOL?  Istilah ini kepanjangannya adalah Berani Optimis Duit Orang Lain.  Istilah BODOL sering dilekatkan pada orang yang mau wirausaha tetapi nggak punya modal.  Modal mereka adalah keberanian dan optimismenya saja.

Banyak orang yang sukses dengan prinsip BODOL ini.  Tentu, pada prakteknya bukan hanya berani dan optimis saja modalnya, tapi juga didukung hal-hal lain, seperti kompetensi, komunikasi yang bagus, relasi yang banyak dan sebagainya. 

Prinsip BODOL membuktikan bahwa utang adalah salah satu alat yang hebat.  Nah, di dunia ini banyak alat hebat yang bisa membantu anda meraih sukses.  Kita mengenal bola lampu yang ditemukan oleh Thomas Alfa Edison.  Setelah melalui 10.000 kali kegagalan, Pak Edison berhasil ’menerangi’ dunia ini.  Bola lampu membuat revolusi di dunia.  Ia alat yang hebat.

Bola lampu adalah salah satu contoh.  Contoh lain ada mesin cetak, motor, mobil, telepon, pesawat terbang, kapal laut, mikroskop, energi atom, lensa, komputer, internet dan sebagainya.  Semua alat-alat ini membuat hidup manusia lebih mudah dan lebih nyaman.

Tapi itu semua hanya alat.  Manusia di belakang alat itu lah yang menentukan apakah alat hebat itu bisa membangun atau menghancurkan.  Pesawat terbang contohnya.  Dengan pesawat terbang, anda bisa berpindah tempat di bumi ini dengan cepat, dibanding alat-alat lain.  Ketika pesawat terbang digunakan untuk transportasi massal, maka ia bermanfaat besar. 

Tapi ketika pesawat terbang digunakan untuk mesin perang, maka kehancuran yang terjadi.  Pada perang dunia pertama dan kedua, pesawat terbang berperan sangat besar untuk menghancurkan lawan.  Bom atom yang diledakkan Amerika di Nagasaki dan Hiroshima Jepang pada 1945, diangkut menggunakan pesawat terbang.  Akibat bom atom itu, terjadi perusakan luar biasa di Jepang.

Sama juga dengan internet misalnya.  Dengan alat ini, anda bisa berkomunikasi dengan lebih murah, cepat dan mudah.  Tapi, internet juga bisa sangat merusak ketika banyak virus ’dilepas’ ke jaringan.  Banyak komputer yang rusak, data hilang, dan sebagainya.  Atau ketika internet itu dipenuhi situs-situs porno.  Wah, dia benar-benar buruk dan merusak.
Demikian pula halnya dengan utang.  Utang adalah akses keuangan yang cepat.  Dibandingkan menabung, maka utang bisa menyediakan uang dengan lebih cepat.  Kecepatan memperoleh uang ini adalah keunggulan utang.

Misalnya anda seorang karyawan yang ingin berbisnis kecil-kecilan.  Modalnya Rp. 5 juta.  Anda sebenarnya bisa menabung dari gaji anda sebesar Rp. 500 ribu per bulan.  Nah, dengan menabung berarti anda harus menunggu sampai 10 bulan dulu agar uang Rp. 5 juta itu ada di tangan anda. 

Bagaimana dengan utang?  Dibutuhkan berapa lama untuk mendapatkan Rp. 5 juta?  Mungkin tidak sampai satu bulan.  Anda bisa menghubungi lembaga keuangan mikro untuk mendapatkan modal tersebut.  Setiap bulan anda bayar utang itu dengan  mencicil.  Nah, karena uang Rp. 5 juta itu digunakan untuk bisnis, maka anda bisa mencicil utang itu bukan dari gaji anda, tapi dari hasil bisnis anda. 
Anda mungkin bertanya: ”Oke lah utang itu lebih cepat, tapi resikonya kan juga lebih besar?”  Yap, anda relatif benar.  Mengapa relatif benar?  Karena utang itu akan menimbulkan resiko besar, bila anda tidak siap.  Tapi, bila anda siap, resiko itu jadi mengecil.

Berbisnis dengan modal dari utang akan beresiko besar bila anda belum tahu apa-apa tentang bisnis itu.  Atau anda percayakan saja bisnis itu ke orang lain yang juga belum berpengalaman.  Atau anda berbisnis di bidang yang sudah ditinggalkan orang lain.  Atau lagi, anda berbisnis di bidang yang melawan pesaing yang sudah besar. 

Tapi, resiko bisnis itu menjadi mengecil bila anda sudah berpengalaman di bisnis itu atau bekerja sama dengan orang yang sudah berpengalaman.  Modal bisnisnya bukan semua dari anda, tapi ada juga dari orang lain.  Atau anda membeli waralaba bisnis yang sudah terbukti kehandalan sistemnya.  Nah, banyak kan cara untuk mengecilkan resiko bisnis.  Bila demikian yang anda lakukan, maka anda berutang pun untuk dapat modal bisnis, kemungkinan anda untuk sukses menjadi lebih besar.

3. Utang adalah salah satu sumber kekayaan.

Siapa orang paling kaya yang anda tahu di Indonesia ini?  Darimana beliau (orang kaya tersebut) memperoleh kekayaannya?  Kerja keras?  Pasti.  Orangnya jujur terpercaya?  Pasti.  Beliau sangat kompeten?  Pasti juga. 

Hal-hal yang disebutkan di atas adalah fondasi bagi siapapun untuk meraih kekayaan.  Tapi, apakah semua orang kaya itu benar-benar kaya?  Belum tentu.  Ada banyak orang kaya yang tidak benar-benar kaya.  Kekayaannya bisa saja banyak, tapi cenderung tetap.  Pertambahannya kecil. 

Nah saudara, anda boleh percaya boleh tidak.  Orang-orang yang benar-benar kaya adalah orang-orang yang mempunyai fondasi kekayaan tersebut, dan mereka menggunakan utang sebagai salah satu sumber kekayaannya.  Orang kaya yang tidak menggunakan utang, maka kekayaannya sangat mungkin terbatas.  Tapi orang kaya yang juga menggunakan utang, maka kekayaannya bisa bertambah dengan cepat.

Kenapa?

Karena ketika anda hanya mengandalkan kemampuan uang anda sendiri, maka anda akan terbentur oleh keterbatasan uang anda.  Tapi, ketika anda menggunakan utang, maka batas jumlah uang anda itu menjadi tidak ada.  Bila anda berbisnis, maka modal anda bisa dikatakan tidak berbatas bila menggunakan utang.  Hasilnya?  Ya,... juga tidak berbatas.

Inilah kunci orang-orang yang benar-benar kaya.  Mereka gunakan utang sebagai alat meraih kekayaan.  Mereka atasi ketakutan akan utang itu dengan perhitungan yang akurat dan kemampuan yang terasah.  Mereka berani mencobanya.  Pada kenyataannya, mereka juga gagal koq menggunakan alat ini.  Tapi kegagalan itu lah yang justru menajamkan perhitungan mereka dan membesarkan keberanian mereka.  Keseimbangan antara kebesaran keberanian dan ketajaman perhitungan akan utang ini lah yang membuka pintu kekayaan luar biasa.
Apakah anda sudah siap untuk jadi orang yang benar-benar kaya?  Gunakan uang anda untuk itu.  Dan gunakan juga utang!

4. Utang, dekatilah...

Saudara, anda sudah tahu sekarang tiga file baik tentang utang.   Utang itu baik-baik saja, alat yang hebat dan sumber kekayaan.  Karena itu, dekati lah utang saudara. 

Anda, saya yakin, senang berdekatan dengan hal-hal atau orang-orang yang baik dan hebat, kan? Nah, tiga file baik sebelumnya telah membuktikan bahwa utang memenuhi kriteria  baik dan hebat ini, kan?  Karena itu, mulailah dekati utang.

Pada prakteknya, mulailah tidak alergi dengan lembaga-lembaga keuangan seperti bank.  Bahkan, bukan hanya tidak alergi, tapi anda mulai senang dengan fungsi bank yang lain, yaitu memberi utang.  Inilah sebenarnya fungsi bank yang lebih hebat dari memberikan keamanan pada uang anda yang anda simpan disana.  Bank adalah sumber uang.  Utang adalah jalannya.

Pada bab-bab berikutnya, anda akan dipandu untuk menggunakan kekuatan bank dalam memberikan utang ini untuk kesuksesan anda.  Bukan hanya kesuksesan bank semata.

Pada prakteknya lagi, ternyata sumber utang itu bukan hanya bank, tapi juga orang-orang di sekitar anda.  Orang-orang di sekitar anda kan punya uang, sedikit atau sebanyak apapun.  Nah, itu berarti anda bisa gunakan uang tersebut melalui jalan sah dan halal yang namanya utang.

Anda boleh percaya atau tidak, orang-orang di sekitar anda sebenarnya sangat senang bisa memberi utang pada anda.  Toh, anda teman mereka.  Mereka tahu anda orang baik.  Tentu, asal tujuan dan cara anda berutang adalah benar dan baik.  Iya, kan?

5. Utang harus dikembalikan.

Ini pola pikir tentang utang yang sangat penting.  Tanpa pola pikir ini, sebaiknya anda jangan pernah berutang.  Bukannya kekayaan dan kesuksesan yang akan anda raih, tapi justru kecelakaan dan mungkin penjara.  Itu bila anda berutang.
Bagaimana bila orang lain yang berutang? 

Sama saja.  Utang itu pun harus dikembalikan pada anda.  Jadi, baik anda yang berutang atau orang lain yang berutang pada anda, maka utang itu harus dikembalikan.  Inilah pola pikir dan prinsip sangat penting bila anda ingin kaya dari utang.  Utang itu harus dikembalikan. 

Bagaimana bila utang anda justru tidak ditagih oleh yang punya uang?  Sama saja.  Anda harus kembalikan.
Bagaimana bila utang anda justru dihadiahkan oleh yang punya uang?  Saran saya: Tolak.  Jangan mau.  Katakan terima kasih padanya, lalu tolak.  Anda mampu mengembalikan utang itu koq.  Kenapa harus dihadiahkan?  Dengan menolak, anda tetap mempertahankan nilai baik di mata semua orang.  Tentu saja, dalam kasus ini, anda harus juga melihat kondisi anda.  Bila kondisi anda memang sedang sangat susah, maka tidak apa-apa juga anda menerima hadiah itu.  Tapi tetap dengan satu syarat.  Bila anda lalu memiliki kemampuan, maka anda akan juga menghadiahi orang tersebut.  Tidak mesti dalam bentuk uang.  Bisa dalam bentuk hadiah barang.  Dengan begitu, anda dan dia sudah sama-sama berbuat baik.

Bagaimana bila orang lain yang berutang pada anda.  Lihatlah kemampuannya.  Bila ia berada dalam keadaan susah, maka silakan menghadiahkan utang tersebut padanya.  Semuanya atau sebagian.  Dan yakinlah, tindakan anda tersebut adalah perbuatan mulia dan akan dibalas dengan balasan yang lebih baik lagi.

Terus terang saja, kalau tentang utang, banyak orang yang pola pikirnya justru berbeda.  ”Pengennya dapat utang, tapi nggak mau atau malas mengembalikan”.  Wah, dengan pola pikir begini, anda tidak akan pernah kaya dari utang. 
Alasan penting kenapa utang harus dikembalikan adalah kepercayaan.  Bila anda tidak atau telat mengembalikan utang, maka kepercayaan orang lain pada anda akan menurun dan akhirnya rusak. Ini kondisi yang sangat buruk.  Bila orang-orang lain sudah tidak percaya pada anda, maka jalan anda menuju sukses makin kecil, terjal dan lebih banyak rintangannya.  Awal dari kesuksesan anda adalah kepercayaan orang lain pada anda.

Sayangnya, banyak orang yang sudah ’gila’.  Mereka menukar kepercayaan dengan uang.  Sayang sekali.  Padahal bila kepercayaan sudah ternoda, uang sebanyak apapun akan susah menggantinya. 
Tekanan hidup di jaman sekarang ternyata bisa membuat orang menjadi ’gila’.  Uang telah menjadi hal yang sangat penting.  Sampai bisa lebih penting dari kepercayaan, keluarga, agama, gelar, ilmu, rasa malu, nilai-nilai luhur kemanusiaan dan sebagainya.  Bila sudah begini, para orang ’gila’ ini bisa melakukan apa saja demi uang.  Meski dengan resiko yang luar biasa besarnya.

Banyak kasus tentang utang di Indonesia yang bisa kita jadikan pelajaran.  Ada pengusaha pertanian yang membuat program investasi yang nggak rasional. Bisa memberikan keuntungan sampai 30% per bulan dari modal.

Pada bulan-bulan pertama program itu berjalan lancar.  Para investor benar-benar mendapatkan keuntungan sebesar 30% dari modal yang ditanamnya.   Mereka pun berinvestasi lagi.  Terus begitu.  Sampai pada akhirnya, bisnis pertanian itu pun terbuka topengnya.  Ternyata, bisnis itu hanya omong kosong.  Lahan pertanian yang dikelola tidak seluas yang dipromosikan.  Jelas hasilnya pun tidak memadai dibanding investasi yang didapat.

Keuntungan 30% dari modal dibayarkan dari dana investasi yang baru.  Seperti gali lobang tutup lobang.  Hanya saja lobang yang digali makin besar dari bulan ke bulan.  Dan terbongkarlah topeng itu.  Masyarakat tahu kebohongan bisnis itu.  Dana investasi itu jadi utang yang harus dikembalikan.  Ketika kemampuan bayarnya tidak ada, sang pemilik bisnis pertanian fiktif itu pun jadi buronan.  Lalu diproses pengadilan dan menginaplah ia di hotel prodeo.  Masyarakat yang kena tipu ternyata banyak sekali.  Koq bisa ya?

Saudara, itulah lima pola pikir tentang utang yang bisa membuat anda menjadi kaya.  Gantilah file-file buruk tentang utang di benak anda dengan lima file baik tersebut.  Bila ini sudah anda lakukan, berarti anda sudah siap menggunakan utang sebagai alat meraih kekayaan.  Langkah selanjutnya, anda harus mengetahui dan menguasai keterampilan mengelola utang ini.



Oleh:Supardi Lee - pengembangandiri.com

Senin, 25 April 2011

Slide 5 / Pertemuan 5

TUGAS TIK PERTEMUAN 5

1.Definisi E-mail,video Conference,IRC dan VoIP.
E-MAIL
Kata email merupakan singkatan dari Electronic Mail,yang berarti Surat Electronic.Email merupakan sistem yang memungkinkan pesan berbasis teks untuk dilirim dan diterima secara electronic melalui beberapa komputer atau telepon seluler.
Lebih Spesifik lagi, email diartikan sebagai cara pengiriman data,file teks foto digital, atau file-file audio dan video dari satu komputer ke komputer lainnya,dalam suatu jaringan komputer (intranet maupun internet).
Contoh Email : anwarchairul32@yahoo.com
                       lebaybgt23@yahoo.co.id

VIDEO CONFERENCE
video conferencing adalah cara untuk berbicara kepada orang lain atau pihak karena Anda tidak hanya mendengar mereka, tetapi juga bisa melihat bagaimana mereka terlihat seperti.

Konferensi video (Inggris: videoconference) adalah seperangkat teknologi telekomunikasi interaktif yang memungkinkankan dua pihak atau lebih di lokasi berbeda dapat berinteraksi melalui pengiriman dua arah audio dan video secara bersamaan.(Wikipedia)
Contoh: videotelephony, karena POTS mengubah getaran digital ke atau dari gelombang analog dalam rentang spektrum audio.

IRC
Internet Relay Chat (IRC) adalah suatu bentuk komunikasi di Internet yang diciptakan untuk komunikasi interpersonal terutama komunikasi kelompok di tempat diskusi yang dinamakan channel (saluran), tetapi juga bisa untuk komunikasi jalur pribadi.
IRC muncul sebagai saluran komunikasi pintu belakang yang menarik yang meliput kejadian-kejadian penting. Pada saat alat-alat komunikasi tradisional tak dapat berfungsi dengan baik, IRC dapat menjadi alternatif yang dapat diandalkan.
CONTOH: Beberapa situs IRC adalah untuk umum. Biasanya situs ini sangat padat karena banyak pengguna yang terhubung ke dalamnya. Berikut beberapa alamat client milik umum
• sci.dixie.edu 6677
• exuokmas.ecn.uoknor.edu 6533
• obelix.wu-wien.ac.at 6996
• irc.tuzvo.sk 6533
• irc.nsycu.edu.tw 6533
Beberapa perintah dasar IRC
• /Bye untuk keluar dari channel dan program IRC
• /Help untuk meminta fasilitas bantuan yang akan menerangkan perintah IRC
• /Ignore diikuti alamat email atau nama julukan pengguna lain untuk menolak saluran komunikasi dengan pengguna individu tersebut.
• /Msg untuk mengirimkan pesan khusus kepada pengguna lain, diikuti nama julukannya lalu isi pesan
• /Names untuk menunjukkan nama seluruh pengguna yang berada dalam channel tersebut.
• /Nick untuk mengganti nama julukan atau nama samaran sebelumnya
• /Whois diikuti nama julukan, akan menunjukkan informasi mengenai pengguna tersebut.

VoIP
Voice over Internet Protocol (juga disebut VoIP, IP Telephony, Internet telephony atau Digital Phone) adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet. Data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa.
Contoh: Salah satu aplikasi VoIP yang tersedia adalah Skype. Skype adalah ''software'' aplikasi komunikasi suara berbasis IP melalui internet antara sesama pengguna Skype. Pada saat menggunakan Skype maka pengguna Skype yang sedang online akan mencari pengguna Skype lainnya lalu mulai membangun jaringan untuk menemukan pengguna-pengguna lainnya. Skype memiliki berbagai macam fitur yang dapat memudahkan penggunanya. Skype juga dilengkapi dengan SkypeOut dan SkypeIn yang memungkinkan pengguna Skype untuk berhubungan dengan pengguna telepon konvensional dan telepon genggam.

2.Contoh NEWS GROUP
https://groups.google.com/group/soc.culture.indonesia/topics?hl=id&pli=1


slide 6 / Pertemuan 6

TUGAS TIK PERTEMUAN 6


TIPE DOMAIN
com/co : http://gemscool.com/
Situs Game On Line Berisikan informasi mengenai game On Line yang dikelola oleh situs ini seperti Point Blank, Atlantica,Lost Saga.




edu/ac : http://unj.ac.id/web.php?module=home&smenu=7
Situs ini berisikan informasi mengenai Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ,kgiatan kemahasiswaan,daninformasi umumlainya yg dibutuhkan mahasiswadan calon mahasiswa UNJ.





gov.go : http://www.depkeu.go.id/Ind/
Situs ini berisikan informasi yang berhubungan DEPARTEMEN KEUANGAN mulai dari kurs rupiah trhadap mata uang asing,karyawan depkeu hingga informasi umum yg dibutuhkan masyarakat.




mil: http://www.tniad.mil.id/pengmil/pengmil.php
Situs yang menyajikan informasi tentang TNI Angkatan Darar Republik Indonesia




Net : http://www.telkom.net/
Informasi yang di sajikan yaitu semua yang berhubungan dengan jaringan informasi telekomunikasi yang berada dibawah naungan telkom




org/or : http://majelisrasulullah.org/
infor masi yang di sajikan yaitu semua kegiatan dakwah yang dilakukan oleh Majelis Rasulullah dan dengan Habib Munzir Al Musawa

Kamis, 21 April 2011

"Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga"

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya.

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.[Ali ‘Imran: 102]

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan Nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” [An-Nisaa': 1]

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia menang dengan kemenangan yang besar.” [Al-Ahzaab: 70-71]
Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (Al-Qur-an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam (As-Sunnah). Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama), setiap yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.

Amma ba’du:
Kepada saudara-saudaraku seiman dan se’aqidah…
Mensyukuri nikmat-nikmat Allah adalah wajib hukumnya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” [Al-Baqarah: 153]

Juga firman-Nya:
“Dan jika kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” [Ibrahim : 34]

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan bahwa manusia sangat zhalim dan sangat kufur karena mereka tidak mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada mereka.

Di antara nikmat yang Allah berikan kepada kita adalah nikmat Islam, iman, rizki, harta, umur, waktu luang, dan kesehatan untuk beribadah kepada Allah dengan benar dan untuk menuntut ilmu syar’i.
Manusia diberikan dua kenikmatan, namun banyak di antara mereka yang tertipu. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dengan keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.”[1]
Banyak di antara manusia yang tidak mengguna-kan waktu sehat dan waktu luangnya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak gunakan untuk belajar tentang Islam, tidak ia gunakan untuk menimba ilmu syar’i. Padahal dengan menghadiri majelis taklim yang mengajarkan Al-Quran dan As-Sunnah menurut pemahaman para Shahabat, akan bertambah ilmu, keimanan, dan ketakwaannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Juga dapat menambah amal kebaikannya.

Semoga melalui majelis taklim yang kita kaji dari kitab-kitab para ulama Salaf, Allah memberikan hidayah kepada kita di atas Islam, ditetapkan hati dalam beriman, istiqamah di atas Sunnah, serta diberikan hidayah taufik oleh Allah untuk dapat melaksanakan syari’at Islam secara kaffah (menyeluruh) dan kontinyu hingga kita diwafatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam keadaan mentauhidkan Allah dan melaksanakan Sunnah. Semoga Allah senantiasa memudahkan kita untuk selalu menuntut ilmu syar’i, diberikan kenikmatan atasnya, dan diberikan pemahaman yang benar tentang Islam dan Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih.

Seorang Muslim tidak akan bisa melaksanakan agamanya dengan benar, kecuali dengan belajar Islam yang benar berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih. Agama Islam adalah agama ilmu dan amal karena Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam diutus dengan membawa ilmu dan amal shalih.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” [Al-Fat-h: 28]

Yang dimaksud dengan al-hudaa (petunjuk) dalam ayat ini adalah ilmu yang bermanfaat. Dan yang dimaksud dengan diinul haqq (agama yang benar) adalah amal shalih. Allah Ta’ala mengutus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjelaskan kebenaran dari kebatilan, menjelaskan Nama-Nama Allah, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya, hukum-hukum dan berita yang datang dari-Nya, serta memerintahkan untuk melakukan segala apa yang bermanfaat bagi hati, ruh, dan jasad.

Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyuruh ummat-nya agar mengikhlaskan ibadah semata-mata karena Allah Ta’ala, mencintai-Nya, berakhlak yang mulia, beradab dengan adab yang baik dan melakukan amal shalih. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang ummatnya dari perbuatan syirik, amal dan akhlak yang buruk, yang berbahaya bagi hati, badan, dan kehidupan dunia dan akhiratnya. [2]

Cara untuk mendapat hidayah dan mensyukuri nikmat Allah adalah dengan menuntut ilmu syar’i. Menuntut ilmu adalah jalan yang lurus untuk dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil, Tauhid dan syirik, Sunnah dan bid’ah, yang ma’ruf dan yang munkar, dan antara yang bermanfaat dan yang membahayakan. Menuntut ilmu akan menambah hidayah serta membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Seorang Muslim tidaklah cukup hanya dengan menyatakan keislamannya tanpa berusaha untuk memahami Islam dan mengamalkannya. Pernyataannya harus dibuktikan dengan melaksanakan konsekuensi dari Islam. Karena itulah menuntut ilmu merupakan jalan menuju kebahagiaan yang abadi.

[1]. Menuntut Ilmu Syar’i Wajib Bagi Setiap Muslim Dan Muslimah
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.”[3]

Imam al-Qurthubi rahimahullaah menjelaskan bahwa hukum menuntut ilmu terbagi dua:
Pertama, hukumnya wajib; seperti menuntut ilmu tentang shalat, zakat, dan puasa. Inilah yang dimaksudkan dalam riwayat yang menyatakan bahwa menuntut ilmu itu (hukumnya) wajib.

Kedua, hukumnya fardhu kifayah; seperti menuntut ilmu tentang pembagian berbagai hak, tentang pelaksanaan hukum hadd (qishas, cambuk, potong tangan dan lainnya), cara mendamaikan orang yang bersengketa, dan semisalnya. Sebab, tidak mungkin semua orang dapat mempelajarinya dan apabila diwajibkan bagi setiap orang tidak akan mungkin semua orang bisa melakukannya, atau bahkan mungkin dapat menghambat jalan hidup mereka. Karenanya, hanya beberapa orang tertentu sajalah yang diberikan kemudahan oleh Allah dengan rahmat dan hikmah-Nya.

Ketahuilah, menuntut ilmu adalah suatu kemuliaan yang sangat besar dan menempati kedudukan tinggi yang tidak sebanding dengan amal apa pun.[4]

[2]. Menuntut Ilmu Syar’i Memudahkan Jalan Menuju Surga
Setiap Muslim dan Muslimah ingin masuk Surga. Maka, jalan untuk masuk Surga adalah dengan menuntut ilmu syar’i. Sebab Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) atas orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah memudahkan atasnya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut senantiasa menolong saudaranya. Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalnya, maka tidak dapat dikejar dengan nasabnya.” [5]

Di dalam hadits ini terdapat janji Allah ‘Azza wa Jalla bahwa bagi orang-orang yang berjalan dalam rangka menuntut ilmu syar’i, maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju Surga.

“Berjalan menuntut ilmu” mempunyai dua makna:
Pertama : Menempuh jalan dengan artian yang sebenarnya, yaitu berjalan kaki menuju majelis-majelis para ulama.

Kedua : Menempuh jalan (cara) yang mengantarkan seseorang untuk mendapatkan ilmu seperti menghafal, belajar (sungguh-sungguh), membaca, menela’ah kitab-kitab (para ulama), menulis, dan berusaha untuk memahami (apa-apa yang dipelajari). Dan cara-cara lain yang dapat mengantarkan seseorang untuk mendapatkan ilmu syar’i.

“Allah akan memudahkan jalannya menuju Surga” mempunyai dua makna. Pertama, Allah akan memudah-kan memasuki Surga bagi orang yang menuntut ilmu yang tujuannya untuk mencari wajah Allah, untuk mendapatkan ilmu, mengambil manfaat dari ilmu syar’i dan mengamalkan konsekuensinya. Kedua, Allah akan memudahkan baginya jalan ke Surga pada hari Kiamat ketika melewati “shirath” dan dimudahkan dari berbagai ketakutan yang ada sebelum dan sesudahnya. Wallaahu a’lam.•
Juga dalam sebuah hadits panjang yang berkaitan tentang ilmu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang paling banyak.”[6]

Jika kita melihat para Shahabat radhiyallaahu anhum ajma’in, mereka bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu syar’i. Bahkan para Shahabat wanita juga bersemangat menuntut ilmu. Mereka berkumpul di suatu tempat, lalu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mendatangi mereka untuk menjelaskan tentang Al-Qur-an, menelaskan pula tentang Sunnah-Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala juga memerintahkan kepada wanita untuk belajar Al-Qur-an dan As-Sunnah di rumah mereka.

Sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan,

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang Jahiliyyah dahulu, dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlul Bait, dan membersihkan kamu dengan sebersih-bersihnya. Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan al-Hikmah (Sunnah Nabimu). Sungguh, Allah Mahalembut, Maha Menge-tahui.” [Al-Ahzaab: 33-34]
Laki-laki dan wanita diwajibkan menuntut ilmu, yaitu ilmu yang bersumber dari Al-Qur-an dan As-Sunnah karena dengan ilmu yang dipelajari, ia akan dapat mengerjakan amal-amal shalih, yang dengan itu akan mengantarkan mereka ke Surga.

Kewajiban menuntut ilmu ini mencakup seluruh individu Muslim dan Muslimah, baik dia sebagai orang tua, anak, karyawan, dosen, Doktor, Profesor, dan yang lainnya. Yaitu mereka wajib mengetahui ilmu yang berkaitan dengan muamalah mereka dengan Rabb-nya, baik tentang Tauhid, rukun Islam, rukun Iman, akhlak, adab, dan mu’amalah dengan makhluk.

[3]. Majelis-Majelis Ilmu adalah Taman-Taman Surga
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila kalian berjalan melewati taman-taman Surga, perbanyaklah berdzikir.” Para Shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman Surga itu?” Beliau menjawab, “Yaitu halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu).” [7]

‘Atha’ bin Abi Rabah (wafat th. 114 H) rahimahullaah berkata, “Majelis-majelis dzikir yang dimaksud adalah majelis-majelis halal dan haram, bagaimana harus membeli, menjual, berpuasa, mengerjakan shalat, menikah, cerai, melakukan haji, dan yang sepertinya.” [8]

Ketahuilah bahwa majelis dzikir yang dimaksud adalah majelis ilmu, majelis yang di dalamnya diajarkan tentang tauhid, ‘aqidah yang benar menurut pemahaman Salafush Shalih, ibadah yang sesuai Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, muamalah, dan lainnya.

Buku yang ada di hadapan pembaca merupakan buku “Panduan Menuntut Ilmu”. Di antara yang penulis jelaskan di dalamnya adalah keutamaan menuntut ilmu, kiat-kiat dalam meraih ilmu syar’i, penghalang-penghalang dalam memperoleh ilmu, adab-adab dalam menuntut ilmu, hal-hal yang harus dijauhkan oleh para penuntut ilmu, perjalanan ulama dalam menuntut ilmu, dan yang lainnya. Penulis jelaskan masalah menuntut ilmu karena masalah ini sangatlah penting. Sebab, seseorang dapat memperoleh petunjuk, dapat memahami dan mengamalkan Islam dengan benar apabila ia belajar dari guru, kitab, dan cara yang benar. Sebaliknya, jika seseorang tidak mau belajar, atau ia belajar dari guru yang tidak mengikuti Sunnah, atau melalui cara belajar dan kitab yang dibacakan tidak benar, maka ia akan menyimpang dari jalan yang benar.

Para ulama terdahulu telah menulis kitab-kitab panduan dalam menuntut ilmu, seperti Imam Ibnu ‘Abdil Barr dengan kitabnya Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi, Imam Ibnu Jama’ah dengan kitabnya Tadzkiratus Samii’, begitu pula al-Khatib al-Baghdadi yang telah menulis banyak sekali kitab tentang berbagai macam disiplin ilmu, bahkan pada setiap disiplin ilmu hadits beliau tulis dalam kitab tersendiri. Juga ulama selainnya seperti Imam Ibnul Jauzi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (dalam Majmuu’ Fataawaa-nya dan kitab-kitab lainnya), Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (dalam kitabnya Miftaah Daaris Sa’aadah dan kitab-kitab lainnya), dan masih banyak lagi para ulama lainnya hingga zaman sekarang ini, seperti Syaikh bin Baaz, Syaikh al-Albani, dan Syaikh al-‘Utsaimin rahimahumullaah.

Dalam buku ini, penulis berusaha menyusunnya dari berbagai kitab para ulama terdahulu hingga sekarang dengan harapan buku ini menjadi panduan agar memudahkan kaum Muslimin untuk menuntut ilmu, memberikan semangat dalam menuntut ilmu, beradab dan berakhlak serta berperangai mulia yang seharusnya dimiliki oleh setiap penuntut ilmu. Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi penulis dan para pembaca sekalian, serta bagi kaum Muslimin. Mudah-mudahan amal ini diterima oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan menjadi timbangan amal kebaikan penulis pada hari Kiamat. Dan mudah-mudahan dengan kita menuntut ilmu syar’i dan mengamalkannya, Allah ‘Azza wa Jalla akan memudahkan jalan kita untuk me-masuki Surga-Nya. Aamiin.

Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpah-kan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para Shahabat beliau, serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan kebaikan hingga hari Kiamat.

[Disalin dari Muqaddimah buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu”, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, PO BOX 264 – Bogor 16001 Jawa Barat – Indonesia, Cetakan Pertama Rabi’uts Tsani 1428H/April 2007M]
___________
Foote Notes
[1]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 6412), at-Tirmidzi (no. 2304), Ibnu Majah (no. 4170), Ahmad (I/258,344), ad-Darimi (II/297), al-Hakim (IV/306), dan selainnya dari Shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma.
[2]. Lihat kitab Taisiir Karimir Rahmaan fii Tafsiir Kalaamil Mannaan (hal. 295-296) karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di (wafat th. 1376 H) rahimahullaah, cet. Muassasah ar-Risalah, th. 1417 H.
[3]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 224), dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 3913). Diriwayatkan pula oleh Imam-imam ahli hadits yang lainnya dari beberapa Shahabat seperti ‘Ali, Ibnu ‘Abbas, Ibnu ‘Umar, Ibnu Mas’ud, Abu Sa’id al-Khudri, dan al-Husain bin ‘Ali radhiyallaahu ‘anhum
[4]. Lihat Tafsiir al-Qurthubi (VIII/187), dengan diringkas. Tentang pembagian hukum menuntut ilmu dapat juga dilihat dalam Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/56-62) oleh Ibnu ‘Abdil Barr.
[5]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2699), Ahmad (II/252, 325), Abu Dawud (no. 3643), At-Tirmidzi (no. 2646), Ibnu Majah (no. 225), dan Ibnu Hibban (no. 78-Mawaarid), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Lafazh ini milik Muslim.
• Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam (II/297) dan Qawaa’id wa Fawaa-id minal Arba’iin an-Nawawiyyah (hal. 316-317).
[6]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (V/196), Abu Dawud (no. 3641), at-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), dan Ibnu Hibban (no. 80 al-Mawaarid), lafazh ini milik Ahmad, dari Shahabat Abu Darda’ radhiyallaahu ‘anhu.
[7]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 3510), Ahmad (III/150) dan lainnya, dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu. At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan.” Lihat takhrij lengkapnya dalam Silsilah ash-Shahiihah (no. 2562).
[8]. Disebutkan oleh al-Khatib al-Baghdadi dalam al-Faqiih wal Mutafaqqih (no. 40). Lihat kitab al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 132)

"KELEMAHAN HADITS QUNUT SHUBUH TERUS MENERUS"


Bismillahirrahmaanirrahiymi
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh


Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya dan kami memohon pertolongan kepada-Nya dan kami memohon ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan-kejahatan diri kami dan dari kesalahan-kesalahan perbuatan kami. Barang siapa yang Allah pimpin dia, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang Allah sesatkan dia, maka tidak ada yang dapat memimpinnya. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada satupun tuhan (yang berhak disembah dengan benar) kecuali Allah sendiri yang tidak ada satupun sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan Rasul-Nya.

Amma ba’du,

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah perkataan Allah dan sebaik-baik pimpinan adalah pimpinan Muhammad Rasulullah Shalallah Alaihi wa Sallam dan sejelek-jelek urusan adalah yang muhdats dan setiap yang muhdats itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu tempatnya di nar (neraka) . ~Hadits shahih, riwayat Abu Dawud no. 2118, an-Nasa-I III/104-105, dll.

Melalui catatan ini, saya hendak meneruskan hasil kajian pustaka dari Kitab:
1. Do’a & Wirid Mengobati Guna-guna dan Sihir menurut Al Qur’an & As Sunnah. Jawas, Yazid bin Abdul Qadir. Jakarta: Pustaka Imam asy-Syafi’I, 2005.
2. Sifat Shalat Nabi Shalallah Alaihi wa Sallam. Jawas, Yazid bin Abdul Qadir. Bogor: Media Tarbiyah, Januari 2010.
3. Al Masaa-il (Masalah-Masalah Agama) Jilid 1. Abdat, Abdul Hakim bin Amir. Jatinegara – Jakarta Timur: Darus Sunnah press, 2010.

yaitu Hadits tentang Qunut.

KELEMAHAN HADITS QUNUT SHUBUH TERUS MENERUS

Hadits qunut shubuh terus menerus yang biasa dikerjakan oleh kaum muslimin pada setiap subuh itu diriwayatkan oleh imam-imam: Ahmad, Baihaqi, Daruquthni, Hakim, Abdur Razzaq & Abu Nu’aim.
Haditsnya itu berbunyi sebagai berikut:

Dari Anas (bin Malik), ia berkata, “Senantiasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berqunut pada shalat subuh sehingga beliau berpisah dari dunia (wafat).”

Qunut” artinya: khusyu’, selalu ta’at, do’a, menghinakan diri kepada Allah, diam, tunduk, mengekalkan ibadah, lama berdiri di dalam shalat. Itulah di antara arti-arti qunut. Salah satu arti qunut di atas ialah: “lama berdiri didalam shalat”. Tentang ini Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam ada bersabda sebagai berikut:

Seutama-utama shalat yaitu panjangnya qunut (lama berdirinya). ” ~Hadits shahih riwayat Muslim, Ahmad, Tirmidzi & Ibnu Majah. Yaitu dengan membaca surat yang panjang, namun sebagai Imam haruslah bijaksana melihat kondisi ma’mum nya, adakah dari mereka orang-orang yang udzur atau tidak.

Kalau kita perhatikan setiap sanad (rentetan orang yang meriwayatkan hadits) qunut shubuh terus-menerus yang tersebut diatas, maka kita akan dapati pada setiap sanadnya selalu ada seorang yang bernama: ABU JA’FAR AR RAZI yang nama aslinya: ISA BIN ABI ISA. Abu Ja’far ar Razi ini telah dilemahkan oleh ahli-ahli hadits:
1. Kata Imam Ahmad bin Hambal dan Nasa’I, “Ia (Razi) bukan orang yang kuat (Riwayatnya) .”
2. Kata Imam al Fallas, “ar Razi buruk hafalannya.”
3. Kata Imam Ibnul Madini, “(ar Razi) kepercayaan akan tetapi sering keliru dan suka salah.”
4. Kata Imam Abu Zur’ah, “(ar Razi) banyak salah.”
5. Ibnu Hibban dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim telah melemahkan Abu Ja’far ar Razi ini.

Dengan demikian riwayat ar Razi ini, yaitu tentang qunut shubuh terus menerus tertolak karena kita telah mengetahui kelemahannya. Kelemahannya itu akan bertambah terang bagi kita dengan riwayat dari Anas bin Malik dibawah ini.

Ashim bin Sulaiman berkata: Kami pernah bertanya kepada Anas bin Malik: “Sesungguhnya orang-orang menyangka bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa qunut dalam shalat subuh.” Jawab Anas bin Malik, “Mereka Dusta!! Beliau hana qunut sebbulan mendo’akan kecelakaan atas satu kabilah dari kabilah-kabilah kaum mussyrikin.” (Shahih wiwayat al Khatib).

Anas bin Malik mengatakan dusta (yang maksudnya keliru atau salah) kepada mereka yang menyangka bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa qunut shubuh terus menerus. Dengan penolakan Anas di atas, jadi jelaslah bagi kita tentang riwayat ar Razi dari riwayat Anas juga yang menyatakan bahwa Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu qunut shubuh.

QUNUT NAZILAH

Dari Anas, ia berkata: “bahwasana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah qunut kecuali apabila beliau mendo’akan kebaikan bagi kaum (muslimin) atau mendo’akan kecelakaan bagi kaum (kafir).” (Hadits shahih riwayat Ibnu Khuzaimah dan lain-lain).
Inilah yang dinamakan Qunut Nazilah. Yaitu: mendo’akan kebaikan atau kemenangan bagi kaum muslimin dan mendo’akan kecelakaan atau kebinasaan bagi kaum kafir yang menjadi musuh Islam. Seperti kaum komunis Rusia kini telah memerangi kaum muslimin Afghanistan. Atau seperti kaum Yahuud yang memerangi kaum muslimin Palestina.
Qunut Nazilah ini hukumnya sunat dan sangat ditekankan sekali dan adanya di semua shalat wajib: Shubuh, zuhur, ashar, maghrib dan isya’.

Sebagaimana riwayat dibawah ini:
Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah qunut sebulan lamanya berturut-turut dalam shalat zuhur, ashar, maghrib, isya’ dan subuh. Di akhir setiap shalat, apabila beliau sudah mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah’ di raka’at yang terakhir. Beliau mendo’akan kecelakaan atas mereka, yaitu satu kabilah dari Bani Sulaiman, Ri’il, Zakwaan dan ‘Ushaiyah. Sedangkan ma’mum yang dibelakang beliau mengucapkan amin.” ~Hadits shahih riwayat Abu Dawud.

Qunut Nazilah inilah yang kita kaum muslimin disyari’atlannya bukan qunut subuh terus menerus yang dalilnya sangat lemah. Tapi sayang, apa yang dikerjakan kaum kita sekarang ini malah kebalikannya. Mereka menyunatkan(???) qunut subuh terus menerus yang tidak ada contohnya dari nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meninggalkan qunut nazilah yang beliau contohkan.

Dari Said bin Thariq al Asyja’I, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada bapakku (Thariq bin Asyim), “Wahai bapak! Sesungguhnya engkau pernah shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Apakah mereka itu semuanya mengerjakan qunut shubuh (terus menerus).” Jawab ayahku, “Hai anakku! Itu (Qunut shubuh terus-menerus) adalah perbuatan bid’ah!”. (shahih riwayat Ahmad, Tirmidzi, Nasa’I dan Ibnu Majah.)

Thariq bin Asyim seorang Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tegas-tegas mengatakan bid’ah sewaktu ditanya oleh anaknya tentang qunut shubuh terus menerus.

Dari Anas, ia berkata, “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam qunut sebulan lamanya ketika ahli-ahli Qur’an dibunuh, maka aku tidak pernah melihat beliau merasa duka cita yang lebih dalam dari itu, beliau mendo’akan kecelakaan atas beberapa kabilah dari kabilah-kabilah bangsa Arab, kemudian beliau meninggalkannya.” ~Hadits shahih riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad, Nasa’I & Ibnu Majah.
Tersebab Inilah permulaannya ada Qunut Nazilah di dalam Islam.

KESIMPULAN:
1. Bahwa qunut shubuh terus-menerus yang biasa dikerjakan oleh kebanyakan saudara-saudara kita tidak pernah dikerjakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits yang menerangkannya sangat lemah yang tidak dapat dijadikan sebagai hujjah. Beramal dengannya, berarti mengerjakan amal yang tidak diperintahkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah yang disebut bid’ah!
2. Bahwa qunut nazilah itu disyari’atkan yang hukumnya sunat dan boleh dikerjakan di semua shalat wajib sedang tempatnya di raka’at yang akhir di waktu I’tidal (sesudah ruku’). Qunut inilah yang ada dan dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabatnya.
3. Qunut Nazilah dilaksanakan sesudah ruku’ di rakaat terakhir pada shalat wajib lima waktu, dan hal ini dilakukan pleh Imam atau Ulil Amri.


QUNUT WITIR

“Allaahummahdiniy fiyman hadayt, wa ‘aa finiy fiyman ‘aa fayt, wa tawallaniy fiyman tawallayt, wabaarikliy fiymaa a’thoyt, wa qiniy sarro maa qodhoyt, fainnaka taqdhiy wala yuqdho ‘alayk, wa innahu laa yadzillu man waalayt, {wala ya’izzu man ‘aa dayt}, tabaarokta robbana wata’aalayt”

<h1> “Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku perlindungan (dari penyakit dan apa yang tidak disukai) sebagaimana orang yang telah Engkau lindungi, sayangilah aku sebagaimana orang yang telah Engkau sayangi. Berikanlah berkah terhadap apa-apa yang telah Engkau berikan kepadaku, jauhkanlah aku dari kejelekan apa yang telah Engkau takdirkan, sesungguhnya Engkau yang menjatuhkan hukum, dan tidak ada orang yang memberikan hukuman kepada-Mu. Dan sesungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan terhina, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Mahasuci Engkau, wahai Rabb kami Yang Mahatinggi.” </h1> ~ HR. Abu Dawud no. 1425, at-Tirmidzi no. 464, Ibnu Majah no. 1178, an-Nasa-I III/248 dan Ahmad I/199; 200, al-Baihaqi II/209, 497-498. Sedang do’a yang ada di dalam kurung menurut riwayat al-Baihaqi. Hadits ini diriwayatkan dari Sahabat Hasan bin ‘Ali Radhiallahu’an: “Rasulullah shalallah ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepadaku beberapa kalimat yang aku baca dalam shalat Witir … ”

Do’a qunut witir dilakukan sebelum ruku’ pada rakaat terakhir dari shalat Witir, dengan dasar hadits Uba bin Ka’ab: “Bahwasanya Rasulullah shalallah ‘alaihi wa sallam melakukan qunut dalam shalat Witir sebelum ruku.” ~ HR. Abu Dawud no. 1427, Ibnu Majah no. 1182, sanad hadits ini shahih. (lihat Irawaa-ul Haliil I/167 hadits no.426 dan Shahiih Sunan Abi Dawud no. 1266)

Hukum qunut witir adalah sunnah, disyari’atkan melakukan qunut witir sepanjang tahun sebelum ruku’, sebagaimana hadits Hasan bin ‘Ali radhiyallahuanhum, dan riwayat hadits ini shahih dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar, bahkan diriwayatkan dari Jumhur Sahabat, sebagaimana diriwayatkan dari Ibrahim, dari ‘Alqamah: “Sesungguhnya Ibnu Mas’ud dan para Sahabat Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam (melakukan) qunut dalam shalat Witir sebelum ruku’.” ~Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Saibah III/248 no. 6976, dikatakan oleh al-Hafizh dalam ad-Diraayah: “Sanadnya Hasan”.

Dari Ibrahim an-Nakha’I, ia berkata: “Abdullah bin Mas’ud tidak pernah qunut shubuh sepanjang tahun dan ia qunut witir setiap malam sebelum ruku.” ~Hadits Riwayat Ibnu Abi Syaibah III/254, no. 7008.

Disyari’atkan juga qunut pada pertengahan Ramadhan sampai akhir Ramadhan, berdasarkan riwayat dari beberapa Sahabat dan Tabi’in.

Dari ‘Amr dari Hasan, bahwasanya ‘Umar radhiyallahu’an menyuruh Ubay radhiyallahu’an mengimami shalat (tarawih) pada bulan Ramadhan, dan beliau menyuruh Ubay radhiyallahu’an untuk melakukan qunut pada pertengahan Ramadhan yang dimulai pada malam 16 Ramadhan. ~Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah III/254 no. 7007.

Ma’mar berkata: “Sesungguhnya aku melaksanakan qunut witir sepanjang tahun, kecuali pada awal Ramadhan sampai dengan pertengahan (aku tidak qunut), demikian juga dilakukan oleh al-Hasan al-Bashri, ia menyebutkan dari Qatdah dan lain-lain.” ~Mushannaf ‘Abdirrazzaq III/121 dengan sanad yang shahih.

KESIMPULAN:
1. Qunut witir dilakukan sebelum ruku’ pada rakaat terakhir dari shalat witir.
2. Hukum qunut witir adalah sunnah.
3. Disyari’atkan juga qunut pada pertengahan Ramadhan yaitu pada malam ke 16 sampai akhir Ramadhan.

Astaghfirullahaladzim. Alhamdulillah, kita sudah bersama-sama mengkaji mengenai Hadits tentang Qunut yang diperkuat dengan hadits-hadits yang sanadnya shahih, untuk lebih mendalam saudara-saudara seiman yang saya cintai dapat menelaah secara langsung dari sumbernya yaitu Kitab-kitab Salaf yang bermanhajkan hadits shahih yang saya cantumkan pada pustaka di atas. Segala kesalahan dalam pengetikan kajian ini datangnya dari saya, dan Ilmu yang luas dan tiada batas serta kebenaran adalah milik Allah dan datangnya dari Alla Ta’ala.

Semoga kita semua selalu diberi kekuatan untuk mempelajari ilmu syar’I yang menerangkan jalan hidup kita di dunia, insyaAllah dengan itu kita mendapat ketenangan Bathin & mari kita sampaikan kepada saudara-saudara yang lain, keluarga, tetangga, dll dan dengan amalan yang ikhlas dan banyak serta mengikuti tuntunan baginda Rasul shallallah ‘alaihi wa sallam menjadikan kita selamat di akhirat.

Yaa ALLAH Yaa Tuhan kami, jadikanlah kami kedalam golongan yang baik-baik, jauhkan kami dari fitnah, jagalah lisan kami dari perkataan yang menyinggung hati, jadikanlah kepada kami diri yang selalu bekerja dijalan-Mu, jadikan kepada kami ketenangan batin, jadikanlah kepada kami prestasi dini yang membanggakan yang sesungguhnya tiada Kebanggaan Terbesar selain nikmat Iman-Islam. Yaa ALLAH Yaa Tuhan kami, terimalah segala amal baik kami, angkatlah doa-doa kami, sempurnakan ibadah kami, yakinkan hati kami untuk bekerja dijalan-Mu. Yaa ALLAH Yaa Tuhan kami, permudahlah segala perkara dunia kami, jadikanlah kemudahan bagi kami untuk mengerjakan Perkara Agama dan Akhirat, jadikanlah kepada kami keselamatan dunia dan akhirat. Yaa ALLAH Yaa Tuhan kami, jangan biarkan kami bodoh (dalam perkara agama), jangan biarkan kami jauh dari-Mu, jangan tinggalkan kami Yaa ALLAH. Yaa ALLAH Yaa Tuhan kami, sesungguhnya hanya kepada-Mu kami mengadu, dan hanya kepada-Mu kami Memohon pertolongan. Amin Amin ya Rabbal ‘alamin.